top of page

Pindahan dari Jakarta ke Rumah Kombi bertenaga matahari

  • Writer: pVw Kombi Wanderer
    pVw Kombi Wanderer
  • Jun 13, 2019
  • 2 min read

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. 2 tahun lamanya kami sabar mengurusi berbagai macam dokumen mobil, reparasi, modifikasi, sampai akhirnya tepat di hari Senin, 25 Maret 2019 kami selesaikan sewa kost kami yang berada di daerah Salemba, Jakarta Pusat. Beberapa hari sebelumnya, kami sudah mencicil menitipkan sebagian besar barang kami ke rumah beberapa teman. Kami menyamakan hari dan tanggal sewa kost berakhir dengan tanggal penerbangan kami ke Yogya dimana kami bisa benar-benar pindah ke rumah berjalan kami dan say good bye untuk kota metropolutan :P


Selain menitipkan sebagian besar barang ke beberapa teman, kami juga mengirim sebagian barang ke Yogyakarta. Barang-barang tersebut merupakan barang yang hendak kami masukkan ke dalam rumah berjalan kami. Saat itu kami timbang beratnya kurang lebih 45 kg (1 koper besar dan 2 dus rokok besar). Isinya 1 koper


alat kemping dan 2 dus alat masak beserta beberapa pakaian. Kami hanya menyisakan 2 koper dan 1 papan surfing untuk dibawa bersama kami terbang di hari terakhir kami pindahan.


Ketika sampai di bandara dan check-in, kami terkejut melihat angka timbangan di salah satu koper yang kami bawa mencapai angka 30 kg. Sedangkan koper yang lainnya beratnya 20kg. Kami yang merupakan member Sriwijaya setahun terakhir sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan 20kg bagasi. Namun rupanya mereka mengganti aturan tanpa adanya pemberitahuan, awalnya bagasi maksimal adalah 20kg, sekarang turun menjadi 15kg. Alhasil kami mau tidak mau ‘nombok’ banyak untuk 20kg tambahan berat bagasi yang kami bawa.


Sesampainya di Yogya, kami tidak langsung melakukan perjalanan, karena rumah baru kami masih memiliki beberapa PR yang harus diselesaikan. PR pertama adalah rak sekaligus bagasi untuk solar panel, PR kedua servis rem mobil, PR ketiga adalah sambungan listrik untuk beberapa batere, inverter dan charger elektronik di dalam mobil.


Dalam mengerjakan ketiga PR tersebut, kami melakukannya di tempat berbeda. Selama di Yogya, kami tinggal di rumah seorang teman di Kali Code, untuk rem mobil kami mengurusnya di Sleman dan Rak mobil kami harus mengurus di Bantul.


H-1 sebelum beneran nge-trip, Pelangi dan saya harus bermalam di bengkel las rak untuk panel surya yang hendak kami pasang diatasnya. Saya sendiri tidak dapat membantu banyak, karena tidak paham mengenai hal tersebut. Jadi, saya hanya bantu merapikan sedikit barang yang sudah kami masukkan kedalam mobil. Jam 01.00 dini hari, tanggal 29 Maret 2019, akhirnya saya pamit tidur duluan sedangkan Pelangi dan Mas Den Blando Masih harus lembur mengerjakan rak besi dan memasang panel surya hingga jam 5 pagi. Setelah beberapa jam tidur melepas lelah, kami semua bangun jam 8 pagi. Pelangi dan mas Den Blando langsung melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas.

Bangun tidur, saya langsung senyum ‘sumringah’ melihat panel surya yang dipasang di atas atap sungguh cantik. Saya pikir sudah benar-benar selesai, ternyata Pelangi harus tes terlebih dahulu apakah panel surya yang dipasang bisa berfungsi semestinya. Hari itu panasnya terik sekali, pas sekali untuk tes apakah panas matahari yang diserap oleh panel surya bisa tersimpan ke baterai dan langsung bisa digunakan untuk mendinginkan kulkas kami di dalam mobil. Hanya dalam waktu 1 jam, panel surya dengan daya 1,2 KwP ini bisa terisi penuh dan bisa langsung kami tes untuk menghidupkan 3 mesin gerinda sekaligus. Yessss!! ini tandanya semua berfungsi baik dan kami siap memulai perjalanan perdana kami.




Comments


Post: Blog2_Post

©2019 by pVw Kombi Wanderer. Proudly created with Wix.com

bottom of page