top of page

Berpetualang dengan 'Rumah Berjalan' VW Kombi t2 beratapkan Solar Panel

  • Writer: pVw Kombi Wanderer
    pVw Kombi Wanderer
  • Jul 1, 2019
  • 3 min read

Trip pertama yang kami pilih adalah Dieng!


Sebelumnya saya tidak terlalu memikirkan apakah mobil ini akan menghadapi banyak tantangan. Rencana awalnya adalah saya ingin menunjukkan ke Pelangi kalau di Jawa Tengah ada tempat yang dingin mirip Jerman yang merupakan kampung halamannya. Beberapa tahun sebelumnya saya pernah mengajak ke Dieng, namun kelihatannya tidak terlalu tertarik. Pas sekali karena mobil diservice di Yogyakarta dan start line kami di Yogya juga, jadilah ya sekalian mampir ke Dieng mumpung dekat kan.



Jam 11.00 kami memulai perjalanan dengan bermodalkan tuntunan dari mbah google. Mbah google memberi petunjuk kalau kami akan tiba di dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 3-4 jam, jadi kira-kira antara jam 15.00-17.00 kami sampai di tujuan. Tapi kenyataan tidak berkata demikian, kami tiba pukul 01.00 pagi dini hari di Camping Ground Sikunir tepatnya di telaga cebongan, dengan hati senang juga deg-degan.


Telaga cebongan, Sikunir, Dieng


Vio dan Pelangi

Gimana enggak deg-degan, pertama si mbah kasih jalan yang tanjakannya bikin nangis dan berkali-kali mobil kami kepleset dan merosot karena bukan cuma karena mobilnya tua tapi juga mobil ini bawa barang yang luar biasa banyak dan berat. Bebannya mungkin lebih dari 2 ton. Tapi kalau dirinci kurang lebih begini, 110 liter air bersih, 10 liter air minum, 100 kg panel surya, 45kg berat badan saya, 80 kg berat badan Pelangi, 100kg alat masak dan pakaian, interior mobil enggak tahu berapa belum berat mobilnya sendiri dan barang-barang lainnya.


Setelah berkali-kali kepleset, merosot dan istirahat untuk mendinginkan mesin, juga berdoa dan berusaha, akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. Sesampainya di TKP kami langsung istirahat karena kecapekan. Sebelum tidur kami tidak lupa sempatkan memberi kabar teman terdekat kalau kami akhirnya sampai di tujuan dengan melewati rintangan yang luar biasa bikin jantungan.


Jam 09.00 kami bangun tidur karena kami merasa kepanasan di dalam mobil, padahal masih ngantuk, kami memutuskan untuk membuka pintu. Ternyata BRRRRRRRRRRRR diluar dingin sekali, kami cek temperatur udara ternyata 18 derajat celcius, lebih dingin daripada Bremen, Jerman di hari itu. Akhirnya saya bisa membuktikan bahwa di Indonesia memang ada daerah yang dinginnya kayak luar negeri. Suatu saat kalau kangen pulang ke Jerman dan mau merasakan dinginnya, enggak perlu jauh-jauh, cukup ke Dieng aja.


Setelah benar-benar siap memulai hari, Saya siap-siap belanja dan masak juga bersih-bersih sedangkan Pelangi harus cek kondisi mobil dan menerbangkan drone untuk mengabadikan momen.


Kentang dan Cabai khas Dieng


Membuat kopi dan memanaskan susu di dapur

Pagi hari enggak pas rasanya kalau enggak ngopi, karena punya dapur sendiri jadilah kami membuat kopi. Selama saya membuat kopi dan Pelangi memanjakan mobil, satu persatu orang silih berganti berdatangan mengajukan berbagai macam pertanyaan. Ada yang bertanya “Jualan apa mbak?” ada juga yang bertanya tentang panel suryanya sendiri. Seru juga mendengar berbagai pertanyaan dan reaksi beberapa orang yaa. Biasanya Kombi seperti ini memang dijadikan food truck, bukan rumah seperti yang kami miliki. Wajar saja jika banyak yang mengira kalau kami berjualan makanan/minuman. Nah, kalau ada orang yang penasaran sama panel surya, itu tugasnya Pelangi untuk menjelaskan secara detil, karena dia ahlinya, kalau saya ahlinya menghabiskan listrik. Untungnya kami tidak harus bayar listrik, kan dikasih langsung sama Matahari ;)


Pelangi menjelaskan tentang cara kerja solar panel

Sekelompok ibu penasaran melihat mobil

Tiga malam kami bermalam disana dan hari kedua kami memutuskan untuk lihat sunrise di bukit Sikunir, walaupun dinginnya tak tertahankan, kecantikan matahari terbitnya membuat kami semangat dan betah melihat lama-lama.



Puncak Sikunir ramai dengan pengunjung

Cantik sekali ya Dieng, untung kami datang di bulan yang suhu udaranya belum dingin sekali.Temperatur udara di Dieng bisa sampai -5 derajat celcius di bulan juni-agustus, di bulan-bulan tersebutlah biasanya banyak pengunjung karena ingin merasakan dingin menusuk tulang dan juga menonton Dieng Culture Festival.


Ikuti terus cerita petualangan kami yaaaa ;)



 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

©2019 by pVw Kombi Wanderer. Proudly created with Wix.com

bottom of page